[Celoteh Bang Cadel] Bidang Usaha yang Cocok untuk Si Cadel

image

Dewasa ini, jika tak punya uang ya sia-sia saja buat hidup. Mau ini mesti ada uang, mau itu butuh uang, mau beli sesuatu mesti punya uang, dan lain-lain. Pokoknya apa-apa mesti punya uang. Bahkan kencing saja wajib punya uang. Jika tak punya uang, ke hutan saja sana.

Hidup memang sudah dibutakan oleh uang. Seolah uang itu adalah dewa, yang tanpanya maka kita bukan apa-apa. Memang sih, kita butuh uang untuk hidup. Tapi tidak juga mesti mendewakannya seolah uang adalah segalanya. Masih banyak kok yang tak butuh uang, misalnya napas.

Oke, yang akan saya bahas di sini adalah bukan tentang uangnya, melainkan tentang mendapatkannya. Dalam kehidupan, kita mendapatkan uang bisa dengan jalan halal atau tidak. Sudah ada pilihannya, mau yang mana. Hanya saja, jika memilih yang tidak halal, ya tanggung dosanya.

Sesuai dengan tema blog ini, yakni cadel, pasti banyak cadel-cadel yang masih tidak nyaman dalam mendapatkan uang. Bisa saja akibat mesti banyak omongan, sehingga sulit mengucapkan alfabet itu. Tentunya sobat cadel tak ingin hal itu. Tapi jika sudah kadung kecimpung di dalamnya, ya lanjutkan saja. Mungkin di situ tempatnya yang pas untuk mendapatkan uang.

Nah, bagi yang belum melakukan apa-apa, tapi mau mendapatkan uang tanpa mesti mengucapkan alfabet itu alias tidak banyak omongan, sobat mesti mencoba tips ini.




1. Penulis


Yups, menjadi penulis tidak butuh ngomong. Kualitas tulisannya-lah yang diutamakan, tak peduli jenis kelamin, tua-muda, kaya-miskin, pendidikan, dan lain-lain. Bahkan, saya sempat baca jika ada penulis yang bisa menghasilkan buku walau lumpuh. Wow, bagaimana bisa? Tentunya dibutuhkan ketekunan dan keuletan tinggi. Yang penting punya niat, maka uang pun akan datang kepada kita jika tulisannya sangat menjual.




2. Blog


Sama dengan penulis, menjadi pemilik blog juga bisa mendatangkan pundi-pundi uang. Saat ini, banyak pemilik blog yang bisa menghasilkan uang jutaan hanya dengan blog miliknya. Tidak kebayang kan? Dan kita tidak usah ngomong, jadi aman bagi cadel-cadel yang pemalu.




3. Web Desain


Membuat dan mendesain sebuah website tidak membutuhkan banyak omongan. Kita tinggal mengutak-atik laptop atau pc, duduk yang manis, dan kalau bisa ditemani cemilan dan musik, kita pun bisa membuat web. Tapi, tentunya kita mesti memiliki pengetahuan dan pengalaman di bidang ini. Tapi lihat saja hasilnya, satu buah desain web bisa dijual 30 juta. Lumayan kan, walau cadel sekalipun.




4. Penjual Olshop


Kini makin banyak yang muncul online shop di dunia maya. Penjual-penjual itu cukup punya modal hp, pc, atau laptop, paket data atau modem, dan niat. Usaha pun bisa dilakukan di mana saja, baik itu sambil masak atau ngasuh bayi. Tentunya kita meladeni pesanan pelanggan dengan sebuah chat. Tapi bagaimana jika pelanggan menelepon? Hehe, usahakan saja jangan sampai menelepon.




5. Koki


Kebanyakan aktivitas koki atau chef cukup masak, masak, dan memasak. Tak usah banyak omongan untuk bidang usaha jenis ini. Tapi, lain halnya jika ada yang meminta untuk menjelaskan tentang masakannya, mungkin sobat mesti bisa menyiasatinya.




6. Mekanik Mesin


Memang menjadi mekanik juga pasti ngomong untuk menjelaskan mesin yang tangani, tapi kebanyakan tugasnya ya cuma mengutak-atik saja. Jadi bisa dibilang tidak usah ngomong. Jadi cukup aman buat kita si cadel.




7. Pengemudi


Menjadi pengemudi mobil, entah itu bus atau taksi, memang tidak sempat ngomong. Tugasnya hanya fokus ke depan mengemudi. Tapi bagaimana jika diajak ngomong sama penumpang? Ya ladeni saja. Toh, sobat bisa mengecilkan volume vokal jika sedang ngomong alfabet itu. Nanti penumpang akan menduga omongan kita tidak jelas akibat bunyu mesin mobil. Simpel kan?


Sekian dulu penjelasan aneh bin gaje saya. Mungkin masih banyak yang lainnya, hanya saja saya masih belum menemukan apa yang lain itu, hahaha. Nanti jika sudah ketemu, saya update di sini.

Dan jika nasib sobat sama kayak saya, kita mesti tosss!!!

image

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel