Image

Flash fiction aneh bin gak jelas ini awalnya banyak alfabet itu. Sempat diposting juga di Facebook. Semoga sobat menikmatinya.


==========
Pocim alias Pocong Imut yang paling imut-imut di TPU Semangka Bosok tapi paling amit-amit di dunia nyata dan maya, tampak tidak biasanya. Pesona keimutannya hilang, dan menjadi kesemutan akibat kelamaan hinggap di atas pohon semangka yang banyak semutnya. Meskipun begitu, si Pocim sangat sedih sekali. Dia tampak galau melebihi galaunya cowok yang ditinggal nikah sama kekasih ceweknya.

Namun, Pocim bukannya galau akibat ditinggal nikah sama Kuntil kekasihnya. Lagipula, meskipun Kuntil alias Kuntilanak Centil doyan tepe-tepe sama makhluk apapun yang lewat, hati Kuntil hanya untuk Pocim semata. Dia tahu itu.

Kuntil tampak melayang mendekati Pocim sehabis tepe-tepe sama Bunjo alias Buto Ijo Melinjo yang sedang hinggap di istananya, yakni pohon melinjo. Kuntil pun lantas menemukan keganjilan dengan kekasihnya itu.

"Pocim, kamu kenapa sedih gitu? Kamu jealous ya kalau aku godain Om Bunjo?" tanya Kuntil gelisah.

Pocim menggeleng, "Bukan, Kun. Aku sedih akibat gak sempet naik haji semasa hidup. Ini kan sedang musim haji. Aku jadi sedih, Kun," sahutnya dengan mata sembab. Wajah imut bin amitnya begitu sendu.

"Ya ampun Cim, bilang dong. Aku kan jadi bisa bantu kamu buat naik haji," ucap Kuntil, sambil menunjukkan tawa melengking khasnya.

"Ciyus, Kun?"

"Iya, Cim."

"Wah, makasih ya, Kun. Kamu emang kekasihku yang paling baik sedunia gaib," sahut Pocim senang, sambil gelayutan di atas kepala Kuntil tanda bahagia.

"Iya, Pocim Sayang," jawab Kuntil. Dia kini sudah biasa dengan bobot tubuh Pocim. Sehingga mau Pocim gendong, gelayutan, atau gelantungan di atas tubuhnya, sudah tidak menjadi masalah.

***

Malam kemudian, Kuntil tampak bahagia sebab sudah memenuhi keinginan Pocim. Tawanya melengking.

"Hihihihi! Selamat ya, Cim. Kamu sudah bisa naik haji," ucap Kuntil.

"Iya, Kun. Tapi bukan begini maksudnya!" pekik Pocim gemas.

"WOY! DEDEMIT SIALAN! GUE LAGI ASYIK BOBO MALAH GANGGU!" bentak Pak Haji Soleh ketika mengetahui ada pocong gelayutan di atas bahunya. "GUE BACAIN YASIN SUPAYA MAMPUS LO PADA!"

"Mingaaattt!!!" pekik Pocim dan Kuntil sama-sama.


-tamat- 


image

Pocong Pengen Naik Haji


"Baca juga cerita lainnya di Daftar Isi."

Image

Flash fiction aneh bin gak jelas ini awalnya banyak alfabet itu. Sempat diposting juga di Facebook. Semoga sobat menikmatinya.


==========
Pocim alias Pocong Imut yang paling imut-imut di TPU Semangka Bosok tapi paling amit-amit di dunia nyata dan maya, tampak tidak biasanya. Pesona keimutannya hilang, dan menjadi kesemutan akibat kelamaan hinggap di atas pohon semangka yang banyak semutnya. Meskipun begitu, si Pocim sangat sedih sekali. Dia tampak galau melebihi galaunya cowok yang ditinggal nikah sama kekasih ceweknya.

Namun, Pocim bukannya galau akibat ditinggal nikah sama Kuntil kekasihnya. Lagipula, meskipun Kuntil alias Kuntilanak Centil doyan tepe-tepe sama makhluk apapun yang lewat, hati Kuntil hanya untuk Pocim semata. Dia tahu itu.

Kuntil tampak melayang mendekati Pocim sehabis tepe-tepe sama Bunjo alias Buto Ijo Melinjo yang sedang hinggap di istananya, yakni pohon melinjo. Kuntil pun lantas menemukan keganjilan dengan kekasihnya itu.

"Pocim, kamu kenapa sedih gitu? Kamu jealous ya kalau aku godain Om Bunjo?" tanya Kuntil gelisah.

Pocim menggeleng, "Bukan, Kun. Aku sedih akibat gak sempet naik haji semasa hidup. Ini kan sedang musim haji. Aku jadi sedih, Kun," sahutnya dengan mata sembab. Wajah imut bin amitnya begitu sendu.

"Ya ampun Cim, bilang dong. Aku kan jadi bisa bantu kamu buat naik haji," ucap Kuntil, sambil menunjukkan tawa melengking khasnya.

"Ciyus, Kun?"

"Iya, Cim."

"Wah, makasih ya, Kun. Kamu emang kekasihku yang paling baik sedunia gaib," sahut Pocim senang, sambil gelayutan di atas kepala Kuntil tanda bahagia.

"Iya, Pocim Sayang," jawab Kuntil. Dia kini sudah biasa dengan bobot tubuh Pocim. Sehingga mau Pocim gendong, gelayutan, atau gelantungan di atas tubuhnya, sudah tidak menjadi masalah.

***

Malam kemudian, Kuntil tampak bahagia sebab sudah memenuhi keinginan Pocim. Tawanya melengking.

"Hihihihi! Selamat ya, Cim. Kamu sudah bisa naik haji," ucap Kuntil.

"Iya, Kun. Tapi bukan begini maksudnya!" pekik Pocim gemas.

"WOY! DEDEMIT SIALAN! GUE LAGI ASYIK BOBO MALAH GANGGU!" bentak Pak Haji Soleh ketika mengetahui ada pocong gelayutan di atas bahunya. "GUE BACAIN YASIN SUPAYA MAMPUS LO PADA!"

"Mingaaattt!!!" pekik Pocim dan Kuntil sama-sama.


-tamat- 


image

Bagikan

Post a Comment

Berkomentarlah dengan menggunakan bahasa yang baik, sopan, dan relevan dengan isi cerita, juga tidak mengandung unsur SARA, kebohongan, provokasi, link aktif, serta pornografi. Jika ada yang melanggar akan segera dihapus. Terima kasih.