image

Tulisan ini awalnya saya posting di salah satu komunitas kepenulisan Facebook. Dan hasilnya, saya mendapatkan pulsa untuk hadiahnya. Lumayan, hahaha! Tulisan ini sempat saya edit sedikit. Selamat membaca dan jangan lupa komennya.



==========
Aku mau banget main game Pokemon GO yang sedang booming itu. Kata teman, game-nya sangat mengasyikkan. Kita bisa jalan ke mana saja buat menemukan Pokemon-Pokemon melalui hape. Game-nya kayak dunia nyata.

Waktu itu aku belum punya hape yang bisa main game itu. Lalu aku menangis ke mama supaya dibelikan hape. Anak kecil kayak aku mesti dikabulkan apa yang diminta. Untung saja mama mau mengikuti kemauanku.

Aku pun men-download game itu. Asyik juga, nih. Aku bisa main game ini sepuasnya. Teman-teman pun langsung mengajak main sama-sama. Kini aku ada di sebuah taman yang ada wifi-nya. Aku dan teman-teman tampak asyik sama hape-nya masing-masing.

"Payah! Di sini enggak ada Pokemon! Pindah ke tempat wifi lain, yuk!" ajak si Ceking Izam sambil melangkah.

"Iya enggak ada. Ayo ke tempat lain aja," sahut si Gendut Sabda. Yang lainnya pun ikutan. Kini hanya tinggal aku saja yang ada di taman.

Ah, buat apa pindah? Aku lihat di peta, banyak sekali Pokemon-Pokemon yang tampak. Ada Pikachu, Diglet, Miawth, Venomoth, Psyduck, dan lain-lain. Kenapa teman-teman bilang enggak ada? Ah, Masa bodoh! Yang penting aku bisa mendapatkan Pokemon. Kini aku jadi bingung milihnya yang mana. Maunya sih semuanya.

Aku ambil Pikachu dulu, si Pokemon tikus kuning dengan bulatan khas di pipinya. Dia yang paling imut di situ. Dia melambaikan tangannya kepadaku, sambil bilang, "Pika pi ... Pikachu!"

Aku agak bingung juga. Kok dia bisa begitu, ya? Yang bikin aku jadi kaget, Pokemon-Pokemon yang lain kemudian dihantam semua oleh dia. Dia menggunakan kekuatannya untuk melumpuhkan yang lain. Enggak ada yang mampu melawan. Semuanya menjauh kalang kabut ketakutan. Kini hanya tinggal Pikachu saja. Dia menatapku dengan tatapan menakutkan. Matanya seolah ada apinya.

Tok! Tok! Tok!

Dia menatap ke belakangnya, di situ ada tukang bakso lewat. Si Pikachu langsung melompat ke tukang bakso, lalu menendangnya sambil menunjukkan kekuatannya, yakni kilat. Ya ampun! Tukang bakso itu jatuh. Padahal yang kulihat ini cuma lewat hape. Dan aslinya tukang bakso itu jatuh juga. Ada hangus-hangusnya. Kok bisa?

Mataku kembali ke hape. Pikachu menatapku lagi. Dia kini mulai melompat kepadaku, kayak mau menendangku. Bisa kulihat telapak kakinya yang kecil.

Buuuk!!!

Aaahh! Hidungku kayak ditendang! Sakit sekali! Kok bisa dia yang ada di hape ini melakukannya? Aku langsung menjatuhkan hape.

Aku jadi tegang. Aku masih bingung, kok bisa aplikasi ini melakukan itu? Dengan takut-takut, aku melihat lagi hape yang ada di tanah itu. Si Pikachu tampak mau melakukan aksi lagi. Dia kelihatannya mau mencekikku!

"Pika pi ... Pikachu!" pekiknya. Hapeku memunculkan kilatan cahaya.

"Aaakkkhhh!"

Badanku kayak kesengat, panas sekali. Aku juga sulit napas, kayak dicekik! Sakit sekali! Dada juga sesak! Kenapa ini? Aku jadi lemas. Kulit kayak melepuh semua. Lalu tiba-tiba semuanya jadi gelap. Di mana-mana hitam. Ke mana yang lainnya? Apakah aku mati?


-tamat-



image

Pika Pi, Pikachu!


"Baca juga cerita lainnya di Daftar Isi."

image

Tulisan ini awalnya saya posting di salah satu komunitas kepenulisan Facebook. Dan hasilnya, saya mendapatkan pulsa untuk hadiahnya. Lumayan, hahaha! Tulisan ini sempat saya edit sedikit. Selamat membaca dan jangan lupa komennya.



==========
Aku mau banget main game Pokemon GO yang sedang booming itu. Kata teman, game-nya sangat mengasyikkan. Kita bisa jalan ke mana saja buat menemukan Pokemon-Pokemon melalui hape. Game-nya kayak dunia nyata.

Waktu itu aku belum punya hape yang bisa main game itu. Lalu aku menangis ke mama supaya dibelikan hape. Anak kecil kayak aku mesti dikabulkan apa yang diminta. Untung saja mama mau mengikuti kemauanku.

Aku pun men-download game itu. Asyik juga, nih. Aku bisa main game ini sepuasnya. Teman-teman pun langsung mengajak main sama-sama. Kini aku ada di sebuah taman yang ada wifi-nya. Aku dan teman-teman tampak asyik sama hape-nya masing-masing.

"Payah! Di sini enggak ada Pokemon! Pindah ke tempat wifi lain, yuk!" ajak si Ceking Izam sambil melangkah.

"Iya enggak ada. Ayo ke tempat lain aja," sahut si Gendut Sabda. Yang lainnya pun ikutan. Kini hanya tinggal aku saja yang ada di taman.

Ah, buat apa pindah? Aku lihat di peta, banyak sekali Pokemon-Pokemon yang tampak. Ada Pikachu, Diglet, Miawth, Venomoth, Psyduck, dan lain-lain. Kenapa teman-teman bilang enggak ada? Ah, Masa bodoh! Yang penting aku bisa mendapatkan Pokemon. Kini aku jadi bingung milihnya yang mana. Maunya sih semuanya.

Aku ambil Pikachu dulu, si Pokemon tikus kuning dengan bulatan khas di pipinya. Dia yang paling imut di situ. Dia melambaikan tangannya kepadaku, sambil bilang, "Pika pi ... Pikachu!"

Aku agak bingung juga. Kok dia bisa begitu, ya? Yang bikin aku jadi kaget, Pokemon-Pokemon yang lain kemudian dihantam semua oleh dia. Dia menggunakan kekuatannya untuk melumpuhkan yang lain. Enggak ada yang mampu melawan. Semuanya menjauh kalang kabut ketakutan. Kini hanya tinggal Pikachu saja. Dia menatapku dengan tatapan menakutkan. Matanya seolah ada apinya.

Tok! Tok! Tok!

Dia menatap ke belakangnya, di situ ada tukang bakso lewat. Si Pikachu langsung melompat ke tukang bakso, lalu menendangnya sambil menunjukkan kekuatannya, yakni kilat. Ya ampun! Tukang bakso itu jatuh. Padahal yang kulihat ini cuma lewat hape. Dan aslinya tukang bakso itu jatuh juga. Ada hangus-hangusnya. Kok bisa?

Mataku kembali ke hape. Pikachu menatapku lagi. Dia kini mulai melompat kepadaku, kayak mau menendangku. Bisa kulihat telapak kakinya yang kecil.

Buuuk!!!

Aaahh! Hidungku kayak ditendang! Sakit sekali! Kok bisa dia yang ada di hape ini melakukannya? Aku langsung menjatuhkan hape.

Aku jadi tegang. Aku masih bingung, kok bisa aplikasi ini melakukan itu? Dengan takut-takut, aku melihat lagi hape yang ada di tanah itu. Si Pikachu tampak mau melakukan aksi lagi. Dia kelihatannya mau mencekikku!

"Pika pi ... Pikachu!" pekiknya. Hapeku memunculkan kilatan cahaya.

"Aaakkkhhh!"

Badanku kayak kesengat, panas sekali. Aku juga sulit napas, kayak dicekik! Sakit sekali! Dada juga sesak! Kenapa ini? Aku jadi lemas. Kulit kayak melepuh semua. Lalu tiba-tiba semuanya jadi gelap. Di mana-mana hitam. Ke mana yang lainnya? Apakah aku mati?


-tamat-



image
Bagikan
  1. Wah pokemon go nih.. Lagi rame..

    ReplyDelete
  2. Lagi tren-trennya pokemon go ya

    ReplyDelete
  3. Oke...gue suga dengan jalan ceritanya ...kretif...kembangin gan...bikin lebih menarik dan plot twists

    ReplyDelete
  4. sangat penuh dengan kreatifitas ini masnya.

    ReplyDelete
  5. Keren nih ceritanya.. lagi seru-serunya pokemon go..

    ReplyDelete
  6. demam pokemon, awalnya saya gak suka pokemon liat temen main pokemon jadi pengen main tapi hp rusak terpaksa beli hp baru :(

    ReplyDelete
  7. ceritanya menarik nih mas, pikachu yang didalam game tiba2 menyerang :D jadi seperti nyata didalam VR

    ReplyDelete
  8. hahaha, ceritanya bagus gan :D

    ReplyDelete
  9. ceritanya menarik dan bagus gan

    ReplyDelete
  10. pikachu kartoon legend yeah -_-

    ReplyDelete
  11. menarik ceritanya

    ReplyDelete
  12. tapi sayangnya saya sekarang mulai bosen dengan game pokemon

    ReplyDelete

Berkomentarlah dengan menggunakan bahasa yang baik, sopan, dan relevan dengan isi cerita, juga tidak mengandung unsur SARA, kebohongan, provokasi, link aktif, serta pornografi. Jika ada yang melanggar akan segera dihapus. Terima kasih.