image

Awalnya, flash fiction ini mau saya kembangkan dan panjangkan untuk disatukan ke dalam kumpulan naskah. Namun, mengingat kumpulan naskah itu ada bau-bau bunuh-bunuhannya, maka saya batalkan. Jadi, saya edit sedikit dan posting di sini. Judulnya pun mengalami gonta-ganti yang awalnya 'The Shadow', 'Bayang-Bayang', hingga menjadi 'Sekelebat Bayangan Hitam'. Tulisan ini pun sempat saya posting di salah satu komunitas kepenulisan di Facebook.

Selamat membaca dan jangan lupa tinggalkan komen.


==========
"Sial! Bannya pakai kempes segala!" keluh Udin sambil menendang ban mobilnya. "Mana gak bawa ban cadangan, lagi! Apes banget!" lanjutnya.

Pemuda itu mulai gelisah. Puluhan kali dia menelepon teman-temannya untuk meminta bantuan. Namun, tak ada satu pun yang sanggup. Sebab, posisinya ada di tempat yang tak diketahui dan sepi. Tak ada siapapun di jalanan. Apalagi suasananya sudah malam. Mau meminta bantuan ke siapa lagi?

"Sial! Kalau begini, besok pagi aku gak bisa datang tepat waktu di Bandung!" kesalnya sambil mengutak-atik ponselnya.

Dia masuk kembali ke dalam mobil—di bangku kemudi—akibat kelelahan. Peluh membasahi wajahnya yang hitam. Dia melepas jaket yang selalu membungkus tubuhnya.

Di saat sedang melamun, sekelebat bayangan hitam melintas di depan mobilnya dengan cepat. Hal itu membuat Udin kaget dan memasang mata awas. Dia menoleh ke sekelilingnya untuk menemukan bayangan tadi. Namun, hanya kegelapan malam yang ada.

"Tadi itu apa, ya?" gumamnya.

Belum sempat dijawab, Udin kembali kaget akibat kaca belakang mobilnya tiba-tiba pecah. Dia panik dan langsung menunduk sambil menutupi kepalanya dengan tangan. Dia takut wajah dan kepalanya kena pecahan kaca.

Ketakutan mulai menghinggapi benaknya. Pemuda itu was-was kalau itu adalah kawanan begal. Ditambah lagi, dia takut kalau akan dibunuh.

Suasana kembali sunyi.

Udin melongokkan kepalanya untuk memastikan keadaan. Dia memandang sekeliling dan tak menemukan siapa-siapa di situ. Matanya kini menatap kaca belakang mobilnya yang pecah. Lubang menganga di kaca belakang mobil membuat tanda tanya di benaknya, siapakah yang melakukan itu?

Dalam keadaan lengah, sekelebat bayangan hitam kembali melintas di depan mobilnya. Matanya kembali awas. Namun, dia tidak mendapatkan apa-apa di situ.

Tiba-tiba, kaca samping mobilnya pecah. Udin kembali kaget dan ketakutan setengah mati. Tanpa basa-basi lagi, dia langsung tunggang-langgang meninggalkan mobilnya.

"Waaa! Tolooong!" pekiknya.

Suasana pun kembali sunyi. Setelah Udin menjauh dan hilang ditelan kegelapan, ada bunyi cekikikan di situ. Bahkan, ada dua bunyinya.

"Tuh kan, dia penakut juga," ucap sesosok di balik semak-semak yang tumbuh di tepian jalan.

"Ideku hebat, bukan? Hanya modal paku, kain hitam, tali, dan katapel, kita bisa menjahili siapapun yang lewat sini. Tak usah pakai bunuh-bunuhan segala," ucap sosok di sebelahnya.

"Kamu memang hebat! Ayo, kita gasak mobil itu!"

"Ayo!"


-tamat-


image

Sekelebat Bayangan Hitam


"Baca juga cerita lainnya di Daftar Isi."

image

Awalnya, flash fiction ini mau saya kembangkan dan panjangkan untuk disatukan ke dalam kumpulan naskah. Namun, mengingat kumpulan naskah itu ada bau-bau bunuh-bunuhannya, maka saya batalkan. Jadi, saya edit sedikit dan posting di sini. Judulnya pun mengalami gonta-ganti yang awalnya 'The Shadow', 'Bayang-Bayang', hingga menjadi 'Sekelebat Bayangan Hitam'. Tulisan ini pun sempat saya posting di salah satu komunitas kepenulisan di Facebook.

Selamat membaca dan jangan lupa tinggalkan komen.


==========
"Sial! Bannya pakai kempes segala!" keluh Udin sambil menendang ban mobilnya. "Mana gak bawa ban cadangan, lagi! Apes banget!" lanjutnya.

Pemuda itu mulai gelisah. Puluhan kali dia menelepon teman-temannya untuk meminta bantuan. Namun, tak ada satu pun yang sanggup. Sebab, posisinya ada di tempat yang tak diketahui dan sepi. Tak ada siapapun di jalanan. Apalagi suasananya sudah malam. Mau meminta bantuan ke siapa lagi?

"Sial! Kalau begini, besok pagi aku gak bisa datang tepat waktu di Bandung!" kesalnya sambil mengutak-atik ponselnya.

Dia masuk kembali ke dalam mobil—di bangku kemudi—akibat kelelahan. Peluh membasahi wajahnya yang hitam. Dia melepas jaket yang selalu membungkus tubuhnya.

Di saat sedang melamun, sekelebat bayangan hitam melintas di depan mobilnya dengan cepat. Hal itu membuat Udin kaget dan memasang mata awas. Dia menoleh ke sekelilingnya untuk menemukan bayangan tadi. Namun, hanya kegelapan malam yang ada.

"Tadi itu apa, ya?" gumamnya.

Belum sempat dijawab, Udin kembali kaget akibat kaca belakang mobilnya tiba-tiba pecah. Dia panik dan langsung menunduk sambil menutupi kepalanya dengan tangan. Dia takut wajah dan kepalanya kena pecahan kaca.

Ketakutan mulai menghinggapi benaknya. Pemuda itu was-was kalau itu adalah kawanan begal. Ditambah lagi, dia takut kalau akan dibunuh.

Suasana kembali sunyi.

Udin melongokkan kepalanya untuk memastikan keadaan. Dia memandang sekeliling dan tak menemukan siapa-siapa di situ. Matanya kini menatap kaca belakang mobilnya yang pecah. Lubang menganga di kaca belakang mobil membuat tanda tanya di benaknya, siapakah yang melakukan itu?

Dalam keadaan lengah, sekelebat bayangan hitam kembali melintas di depan mobilnya. Matanya kembali awas. Namun, dia tidak mendapatkan apa-apa di situ.

Tiba-tiba, kaca samping mobilnya pecah. Udin kembali kaget dan ketakutan setengah mati. Tanpa basa-basi lagi, dia langsung tunggang-langgang meninggalkan mobilnya.

"Waaa! Tolooong!" pekiknya.

Suasana pun kembali sunyi. Setelah Udin menjauh dan hilang ditelan kegelapan, ada bunyi cekikikan di situ. Bahkan, ada dua bunyinya.

"Tuh kan, dia penakut juga," ucap sesosok di balik semak-semak yang tumbuh di tepian jalan.

"Ideku hebat, bukan? Hanya modal paku, kain hitam, tali, dan katapel, kita bisa menjahili siapapun yang lewat sini. Tak usah pakai bunuh-bunuhan segala," ucap sosok di sebelahnya.

"Kamu memang hebat! Ayo, kita gasak mobil itu!"

"Ayo!"


-tamat-


image

Bagikan

Berkomentarlah dengan menggunakan bahasa yang baik, sopan, dan relevan dengan isi cerita, juga tidak mengandung unsur SARA, kebohongan, provokasi, link aktif, serta pornografi. Jika ada yang melanggar akan segera dihapus. Terima kasih.