image

Flash fiction ini awalnya mengandung banyak alfabet hina dina itu. Dan kini, saya edit semuanya hingga begini. Awalnya, saya membuat kisah ini untuk mengikuti sebuah kompetisi di salah satu komunitas Facebook, di mana ada salah satu stasiun televisi swasta yang menginginkan naskah flash fiction untuk difilmkan. Namun sayangnya, semua yang ikut tak ada satupun yang lolos. Well, selamat membaca dan tinggalkan komen.


==========
"Tolong aku!"

Entah kenapa telingaku selalu menangkap lolongan itu setiap melewati gudang sekolah saat malam. Padahal aku tahu, tak ada siapapun di dalam. Sebab, kuncinya hanya dipegang olehku, si penjaga sekolah.

Ketika aku mencoba memasukinya, suasananya begitu gelap dan sepi. Lampu sengaja tidak dipasang. Aku pun menggunakan cahaya ponsel untuk melihat ada apa di dalam. Tampaknya, hanya ada benda-benda yang tak dipakai yakni bangku, meja, alat-alat lab, dan kayu-kayu yang ditumpuk di gudang pengap ini. Bulu kudukku mulai menggigil.

Ah, aku ingat dengan siswa yang sempat aku sekap sebulan yang lalu di sini. Bagaimanakah keadaannya kini? Mungkin dia baik-baik saja. Padahal, aku hanya mengikat dan menyumbat lubang hidungnya saja hingga dia diam. Hal itu sebagai hukuman akibat selalu membuatku jengkel. Nakal sekali tingkah laku siswa itu.

Setelah cukup, aku pun menutup pintu gudang pengap itu dan menjauhinya. Memang tak ada apa-apa di sini. Kemudian, lolongan itu pun kembali membahana.

"Tolong aku!"


-tamat-


image

Tolong Aku!


"Baca juga cerita lainnya di Daftar Isi."

image

Flash fiction ini awalnya mengandung banyak alfabet hina dina itu. Dan kini, saya edit semuanya hingga begini. Awalnya, saya membuat kisah ini untuk mengikuti sebuah kompetisi di salah satu komunitas Facebook, di mana ada salah satu stasiun televisi swasta yang menginginkan naskah flash fiction untuk difilmkan. Namun sayangnya, semua yang ikut tak ada satupun yang lolos. Well, selamat membaca dan tinggalkan komen.


==========
"Tolong aku!"

Entah kenapa telingaku selalu menangkap lolongan itu setiap melewati gudang sekolah saat malam. Padahal aku tahu, tak ada siapapun di dalam. Sebab, kuncinya hanya dipegang olehku, si penjaga sekolah.

Ketika aku mencoba memasukinya, suasananya begitu gelap dan sepi. Lampu sengaja tidak dipasang. Aku pun menggunakan cahaya ponsel untuk melihat ada apa di dalam. Tampaknya, hanya ada benda-benda yang tak dipakai yakni bangku, meja, alat-alat lab, dan kayu-kayu yang ditumpuk di gudang pengap ini. Bulu kudukku mulai menggigil.

Ah, aku ingat dengan siswa yang sempat aku sekap sebulan yang lalu di sini. Bagaimanakah keadaannya kini? Mungkin dia baik-baik saja. Padahal, aku hanya mengikat dan menyumbat lubang hidungnya saja hingga dia diam. Hal itu sebagai hukuman akibat selalu membuatku jengkel. Nakal sekali tingkah laku siswa itu.

Setelah cukup, aku pun menutup pintu gudang pengap itu dan menjauhinya. Memang tak ada apa-apa di sini. Kemudian, lolongan itu pun kembali membahana.

"Tolong aku!"


-tamat-


image

Bagikan
  1. hebat ceritanya tanpa huruf L

    ReplyDelete
  2. gan nice banget tolong ajari saya

    ReplyDelete
  3. wkwk saya sampai menelisik hurufnya satu persatu ngecek apakah ada huruf R yg nyangkut atau enggak XD

    ReplyDelete

Berkomentarlah dengan menggunakan bahasa yang baik, sopan, dan relevan dengan isi cerita, juga tidak mengandung unsur SARA, kebohongan, provokasi, link aktif, serta pornografi. Jika ada yang melanggar akan segera dihapus. Terima kasih.