-->

[Celoteh Bang Cadel] Budayakan Membaca

image

Membaca adalah suatu kegiatan yang sangat menyenangkan. Kita bisa menggali info apapun yang kita inginkan dengan membaca, baik itu melalui buku, majalah, media massa, ataupun yang kita temukan di dunia maya. Semuanya bisa kita dapatkan. Dalam hal ini, media yang tepat untuk membaca adalah buku. Sebab, ada pepatah yang mengatakan bahwa buku adalah jendela dunia. Dengan membaca, maka kita bisa melihat dunia, walau tidak langsung.

Dewasa ini, dengan kemajuan teknologi, maka info dan pengetahuan apapun bisa didapatkan dengan mudah melalui Google. Jika ada yang menginginkan info-info, pastilah yang dituju adalah Google. Bahkan info untuk membeli buku pun bisa didapatkan dengan mudah di sana. Namun, saya tekankan di sini bahwa tidak semua info bisa didapatkan melalui Google. Kebanyakan info atau pengetahuan yang ada di dunia maya tidak ditulis dengan lengkap. Dan juga, siapapun bisa menulis info itu. Entah itu ahlinya ataupun bukan. Makanya, info yang didapatkan tidak semuanya ada tanggung jawabnya. Bahkan ada juga info yang bisa menyesatkan, jika tidak dikaji dengan baik.

Untuk itulah, kita membutuhkan buku sebagai media lengkapnya. Pastilah si penulis mengisi bukunya tentang info atau pengetahuan yang lengkap, sesuai dengan tema buku. Dan pastilah si penulis ini memang ahli di bidangnya. Tentunya si penulis melakukan penelitian dahulu sebelum menulis bukunya, bukan ecek-ecek yang belum jelas ahlinya dan memiliki tanggung jawab.

Sayangnya, minat baca di Indonesia sangat kecil. Data UNESCO, minat baca Indonesia hanya 0,001 %. Sangat kecil bukan? Bahkan Indonesia menempati tingkat ke 60 (gobekasi.pojoksatu.id). Sungguh sangat disayangkan. Padahal di Indonesia ini banyak penulis-penulis handal dan sangat dikenal bahkan di dunia. Tapi fakta yang ada, banyak penduduk Indonesia yang minim baca.

Jangankan untuk membaca buku yang tebalnya di atas 100 halaman, untuk membaca tulisan yang hanya satu halaman saja mungkin ogah-ogahan. Fenomena itu selalu saya temukan di Facebook atau sosial media lainnya. Misal, ada yang membagikan sebuah info dengan judul yang sangat fantastis dan menimbulkan negative thingking, maka komennya macam-macam. Ada yang men-judge, mem-bully, dan ada juga yang membela. Padahal jika dibaca, isinya sangat tidak sesuai dengan judulnya. Jelas hal ini banyak yang tidak membaca isi tulisannya, dan akan menimbulkan fitnah. Semestinya si penulis jangan membuat judul yang sangat tidak sesuai dengan isi hanya demi mendatangkan pembaca. Buanglah jauh-jauh anggapan itu. Minat baca Indonesia itu sangat kecil. Kemungkinannya hanya sedikit untuk dibaca. Dan kebanyakan lebih suka men-judge sesuai dengan apa yang ada di judul. Welcome to Indonesia.
 
Fenomena Blogwalking

image
Sesungguhnya, point penting yang ingin saya sampaikan di sini adalah tentang fenomena blogwalking. Masih ada kaitannya juga dengan membudayakan membaca. Fenomena blogwalking yaitu di mana pemilik atau pengelola blog melakukan kunjungan ke blog lain, dan meninggalkan komen. Lalu meminta supaya pemilik blog yang dikunjungi itu mengunjungi balik blognya, dan meminta komennya juga. Tujuannya adalah meningkatkan jumlah pengunjung, mendapatkan backlink, menambah teman, dan supaya bagus di mata Google, hingga nantinya muncul di halaman satu Google. Tapi ada juga yang meminta klik iklan. Singkatnya, blogwalking adalah jalan-jalan ke blog lain. Saya juga mengalaminya setelah mengetahui istilah blogwalking itu. 

Namun, setelah saya telaah lebih dalam, kebanyakan yang melakukan blogwalking ini tidak membaca apa yang disajikan di blog itu. Kebanyakan malah langsung komen tanpa membaca sama sekali. Tapi ada juga yang membaca. Untuk lebih jelasnya, saya membaginya ke dalam lima kelompok.

1. Kelompok yang membaca, dan komen sesuai dengan isi bacaan yang disajikan. Tentu hal ini yang diinginkan oleh semua pemilik blog, saya khususnya. Apalagi blog saya ini tentang tulisan-tulisan di mana membutuhkan banyak masukan, bukan tips atau info.


2. Kelompok yang membaca, tapi tidak tahu mau komen apa, jadi komen seadanya. Ini yang selalu saya alami ketika singgah di blog-blog lain. Saya membaca, tapi saya bingung mau komen apa. Alhasil, komennya ya sebisanya, asalkan masih sesuai sama isi bacaan.


3. Kelompok yang tidak membaca, tapi komen seakan sudah membaca. Ini yang selalu saya alami jika ada yang komen di blog saya ini. Saya bingung, apakah semuanya ini membaca tulisan saya atau tidak. Kebanyakan komennya memang sesuai dengan judul, tapi kan itu hanya judul. Bukan inti apa yang saya tulis.


4. Kelompok yang tidak membaca, dan komen juga tidak sesuai dengan isi bacaan. Biasanya ini hanya yang ingin cepat-cepat mendapatkan back. Sehingga si pemilik blog mengunjungi blog yang komen dan komen balik. Inilah yang membuat saya kesal. Jelas-jelas tulisan-tulisan saya ini bukan info atau tips (kecuali Celotehan-Celotehan Bang Cadel), tapi komennya "Nice info, Gan" atau "Thanks, Gan" dan lain-lain. Apa kata dunia?


5. Kelompok yang hanya buka link halaman saja, tanpa membaca dan komen. Untuk kelompok ini saya hanya ingin tanya, buat apa melakukan hal yang sia-sia itu? Meningkatkan pengunjung? Atau apa? Sia-sia saja tulisan yang sudah diposting yang membutuhkan waktu dan tenaga, tapi tidak dibaca sama sekali. Anggapan saya, lebih baik sedikit pengunjung tapi banyak yang membacanya, ketimbang banyak pengunjung tapi tidak ada yang membaca.


Saya ambil contoh kelompok 4 melalui foto ini.

image

 
Di situ saya masukkan sebagai spam akibat komen yang tidak sesuai dengan isi tulisan. Jelas ketahuan jika blog saya ini tidak dibaca sama sekali, dan cepat-cepat meninggalkan komen supaya di-back sama saya, atau sebaliknya, saya sudah komen dan dia yang back. Tapi, sekali lagi saya tekankan, untuk apa? Hanya membuang-buang waktu saja. Jika ingin tahu tulisan yang dimaksud, silakan saja kunjungi Silent Beach, Menanti Hujan, dan Hidup Indah, Mati Pun Mudah. Itu juga jika ada yang ingin membaca. Hahaha! 

Untuk kelompok 3, saya ambil contoh foto ini.

image
Ket: saat masih menggunakan template lama

Jelas-jelas yang saya sajikan adalah sebuah kisah tentang pembunuhan. Tapi komennya, sangat jauh. Entah apakah semua itu dibaca atau tidak, hanya dia dan Tuhan yang tahu.
 
Melalui tulisan ini juga, saya mau mengetes, apakah yang blogwalking ke blog saya ini membacanya atau tidak. Makanya di awal saya sengaja membahas tentang budaya membaca dahulu. Hal ini dapat dilihat dengan komen-komen yang ada. Jika memang membaca, maka kalian tidak akan menemukan satu pun alfabet cadel itu, sesuai dengan tema blog ini. Tunjukkan di komen ya kalau kalian tidak menemukannya, hahaha!

Tulisan ini juga tidak ada maksud untuk mengejek atau menyudutkan pihak manapun. Saya hanya menyampaikan unek-unek saja yang sudah dipendam selama ini. Mohon maaf jika ada pihak yang sakit hati dengan tulisan saya ini. Tapi memang saya tidak ada maksud lain. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa membaca itu penting. Sia-sia saja membuat sebuah blog atau buku, tapi tidak membaca. Bagaikan makan tapi tidak pakai tangan dahulu, melainkan langsung ke mulut.

Untuk itu, ayo kita budayakan membaca. Sebab, membaca itu menentukan kualitas suatu bangsa. Jika ingin tulisan kita dibaca, maka bacalah tulisan yang lain. Itu blogwalking yang sehat dan efektif. Pesan saya, lebih baik sedikit pengunjung tapi tulisannya dibaca, ketimbang banyak pengunjung tapi tulisannya tak ada yang dibaca.

Jika nasib sobat sama dengan saya, kita mesti tosss!!!

image


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

DISCLAIMER