image


Tulisan kali ini awalnya ditujukan untuk ucapan ulang tahun salah satu pemilik komunitas Facebook. Sudah lama sesungguhnya. Kini, saya edit dan buang semua alfabet cadel itu, hahaha! Selamat membaca.



==========

00:00 WIB.

Dentang jam melantang dua belas kali. Waktu yang sangat kutunggu-tunggu kini datang juga. Sebab, saat inilah yang paling spesial untukku yang hanya datang setahun sekali. Ya, ini adalah ulang tahunku yang ke 22. Tak kusangka aku sudah semakin tua saja.

Ucapan selamat ulang tahun datang dan membuat ponselku selalu bunyi. Ada yang melalui BBM, WhatsApp, Line, KakaoTalk, BeeTalk, Facebook, Path, dan SMS. Aku dibuat bingung untuk membalasnya. Tampaknya semua teman-temanku di dunia maya mengingat tanggal ulang tahunku. Aku sangat senang.

"Selamat ulang tahun!"

Telingaku menangkap satu bisikan pelan di balik pintu. Aku sempat kaget sesaat. Aneh, siapa yang mengucapkan selamat tadi? Padahal, tak ada siapa-siapa di sini.

Dengan langkah pelan, aku mendekati pintu kemudian membukanya. Bagian tengah tempat tinggalku tampak gelap, hanya bagian toilet saja yang sengaja menyala. Sesuai dugaanku, tak ada siapa-siapa di sini. Lantas, siapakah yang tadi mengucapkan 'selamat ulang tahun'? Padahal bunyinya jelas walau cuma bisikan.

Apakah ada yang mau membuat kejutan untukku?

Lampu dinyalakan untuk bisa melihat lebih jelas. Aku memandang ke sekeliling. Di sini memang tak ada siapa-siapa. Hanya ada dua buah sofa dan TV 21 inch. Sunyi senyap.

Ah, mungkin itu hanya halusinasiku saja akibat banyak mendapatkan ucapan selamat ulang tahun. Lagi pula, mustahil jika memang ada yang mau membuat kejutan layaknya ucapan ulang tahun yang biasa dialami seleb-seleb sana. Siapa yang mau membuat kejutan untukku? Kekasih saja belum punya. Tempat tinggalku pun kosong tak ada siapa-siapa lagi.

Kemudian kuputuskan untuk kembali masuk ke dalam tempat lelapku dan mematikan lampu tengah. Kantuk mulai datang.

Tiba-tiba, mataku menangkap ada sekelebat bayangan yang melintas di kegelapan menuju toilet di belakang.

"Waaa!!!" pekikku sambil menjungkal ke belakang saking kagetnya. Jantung bagai mau copot. Dengan cepat kunyalakan kembali lampu tengah.

Klik!

Dengan langkah agak takut-takut, aku melangkah menuju belakang untuk melihat bayangan apa yang melintas tadi. Jika melihatnya sekilas, tinggi bayangan itu sama dengan tinggi badanku. Apakah itu temanku?

Dalam hal ini, aku menduga jika ini adalah ulah iseng temanku yang mencoba membuat kejutan. Biasanya jika ada yang ulang tahun, pasti akan dijahili habis-habisan. Meskipun aku tahu, tapi aku mesti tidak tahu. Anggap saja aku ketakutan.

Kendati demikian, detak jantungku mulai cepat. Tiba di belakang, tak ada apa-apa di situ. Aku masuk ke toilet pun memang kosong. Bahkan tak ada tempat yang bisa digunakan untuk sembunyi. Benda-benda masih tetap di tempatnya. Lantas bayangan apa yang kulihat tadi?

Aku mendesah panjang. Mungkin saja aku sudah mengantuk dan halusinasi. Sebab, tak biasanya aku begadang begini.

Aku pun memutuskan kembali ke dalam. Dan, aku kembali dikejutkan lagi. Lampu tiba-tiba sudah padam. Entah sejak kapan itu. Sebagai gantinya, ada cahaya di dalam tempatku lelap. Apa itu?

Aku mendekati dengan langkah takut. Detak jantung semakin cepat. Peluh dingin membasahi wajah. Entah kejadian apa lagi kali ini.

Begitu kulongokkan pandangan ke dalam, tampak di atas bed ada kue ulang tahun dengan lilin membentuk angka 22 dan ada apinya.

Aku semakin kaget ketika ada tangan yang melenggak-lenggok muncul di kolong. Meskipun hanya dicahayai oleh lilin kue, aku bisa dengan jelas melihat tangan itu.

"WAAA!!!" pekikku sambil membalikkan badan hendak menjauh.

Tetapi, di hadapanku sudah ada sosok menghadang dengan wajah menakutkan, mata kosong, dan bau amis. Mulutnya dibuka seolah hendak memangsaku.

"WAAA!!!" pekikku lagi.

Aku pun pingsan.


-tamat-

image

Ulang Tahun


"Baca juga cerita lainnya di Daftar Isi."


image


Tulisan kali ini awalnya ditujukan untuk ucapan ulang tahun salah satu pemilik komunitas Facebook. Sudah lama sesungguhnya. Kini, saya edit dan buang semua alfabet cadel itu, hahaha! Selamat membaca.



==========

00:00 WIB.

Dentang jam melantang dua belas kali. Waktu yang sangat kutunggu-tunggu kini datang juga. Sebab, saat inilah yang paling spesial untukku yang hanya datang setahun sekali. Ya, ini adalah ulang tahunku yang ke 22. Tak kusangka aku sudah semakin tua saja.

Ucapan selamat ulang tahun datang dan membuat ponselku selalu bunyi. Ada yang melalui BBM, WhatsApp, Line, KakaoTalk, BeeTalk, Facebook, Path, dan SMS. Aku dibuat bingung untuk membalasnya. Tampaknya semua teman-temanku di dunia maya mengingat tanggal ulang tahunku. Aku sangat senang.

"Selamat ulang tahun!"

Telingaku menangkap satu bisikan pelan di balik pintu. Aku sempat kaget sesaat. Aneh, siapa yang mengucapkan selamat tadi? Padahal, tak ada siapa-siapa di sini.

Dengan langkah pelan, aku mendekati pintu kemudian membukanya. Bagian tengah tempat tinggalku tampak gelap, hanya bagian toilet saja yang sengaja menyala. Sesuai dugaanku, tak ada siapa-siapa di sini. Lantas, siapakah yang tadi mengucapkan 'selamat ulang tahun'? Padahal bunyinya jelas walau cuma bisikan.

Apakah ada yang mau membuat kejutan untukku?

Lampu dinyalakan untuk bisa melihat lebih jelas. Aku memandang ke sekeliling. Di sini memang tak ada siapa-siapa. Hanya ada dua buah sofa dan TV 21 inch. Sunyi senyap.

Ah, mungkin itu hanya halusinasiku saja akibat banyak mendapatkan ucapan selamat ulang tahun. Lagi pula, mustahil jika memang ada yang mau membuat kejutan layaknya ucapan ulang tahun yang biasa dialami seleb-seleb sana. Siapa yang mau membuat kejutan untukku? Kekasih saja belum punya. Tempat tinggalku pun kosong tak ada siapa-siapa lagi.

Kemudian kuputuskan untuk kembali masuk ke dalam tempat lelapku dan mematikan lampu tengah. Kantuk mulai datang.

Tiba-tiba, mataku menangkap ada sekelebat bayangan yang melintas di kegelapan menuju toilet di belakang.

"Waaa!!!" pekikku sambil menjungkal ke belakang saking kagetnya. Jantung bagai mau copot. Dengan cepat kunyalakan kembali lampu tengah.

Klik!

Dengan langkah agak takut-takut, aku melangkah menuju belakang untuk melihat bayangan apa yang melintas tadi. Jika melihatnya sekilas, tinggi bayangan itu sama dengan tinggi badanku. Apakah itu temanku?

Dalam hal ini, aku menduga jika ini adalah ulah iseng temanku yang mencoba membuat kejutan. Biasanya jika ada yang ulang tahun, pasti akan dijahili habis-habisan. Meskipun aku tahu, tapi aku mesti tidak tahu. Anggap saja aku ketakutan.

Kendati demikian, detak jantungku mulai cepat. Tiba di belakang, tak ada apa-apa di situ. Aku masuk ke toilet pun memang kosong. Bahkan tak ada tempat yang bisa digunakan untuk sembunyi. Benda-benda masih tetap di tempatnya. Lantas bayangan apa yang kulihat tadi?

Aku mendesah panjang. Mungkin saja aku sudah mengantuk dan halusinasi. Sebab, tak biasanya aku begadang begini.

Aku pun memutuskan kembali ke dalam. Dan, aku kembali dikejutkan lagi. Lampu tiba-tiba sudah padam. Entah sejak kapan itu. Sebagai gantinya, ada cahaya di dalam tempatku lelap. Apa itu?

Aku mendekati dengan langkah takut. Detak jantung semakin cepat. Peluh dingin membasahi wajah. Entah kejadian apa lagi kali ini.

Begitu kulongokkan pandangan ke dalam, tampak di atas bed ada kue ulang tahun dengan lilin membentuk angka 22 dan ada apinya.

Aku semakin kaget ketika ada tangan yang melenggak-lenggok muncul di kolong. Meskipun hanya dicahayai oleh lilin kue, aku bisa dengan jelas melihat tangan itu.

"WAAA!!!" pekikku sambil membalikkan badan hendak menjauh.

Tetapi, di hadapanku sudah ada sosok menghadang dengan wajah menakutkan, mata kosong, dan bau amis. Mulutnya dibuka seolah hendak memangsaku.

"WAAA!!!" pekikku lagi.

Aku pun pingsan.


-tamat-

image

Bagikan

Berkomentarlah dengan menggunakan bahasa yang baik, sopan, dan relevan dengan isi cerita, juga tidak mengandung unsur SARA, kebohongan, provokasi, link aktif, serta pornografi. Jika ada yang melanggar akan segera dihapus. Terima kasih.