Bangkit

Sudah lama saya tidak membuat flash fiction. Mumpung di salah satu komunitas kepenulisan Facebook ada semacam tantangan, ya sudah saya coba bikin flash fiction. Dan, inilah hasilnya, belum lama matang, hahaha. Selamat menikmati hidangan ini dan silakan komennya.


==========
Penduduk Desa Mangga tengah dilanda kehebohan. Pasalnya, banyak yang melihat penampakan hantu yang menakutkan. Mbah Izam yang meninggal seminggu lalu itu tiba-tiba bangkit kembali dan menggentayangi penduduk desa. Kata yang melihatnya, sosok yang bentuknya pocong itu hanya duduk di bawah pohon mangga dekat makamnya. Kemudian, ada cahaya yang muncul di dalam makamnya, seolah Mbah Izam sedang menjaga makamnya itu.

Kehebohan ini membuat penduduk desa ketakutan. Pada saat malam datang, semuanya sudah ada di dalam tempat tinggal masing-masing. Tak ada yang mau kelayapan malam-malam, meskipun itu hanya untuk membeli mie. Ah, keadaan ini sangat membuatku bosan. Tak ada lagi tukang bakso yang lewat. Tak ada lagi hansip keliling yang biasa aku ajak main gaple. Meskipun mayat Mbah Izam telah bangkit, aku tidak begitu ketakutan.

Yang aku takuti kini adalah tunanganku yang tak lain adalah keponakan Mbah Izam. Aku takut dia selingkuh dan menikahi wanita lain. Sungguh tak bisa dimaafkan. Akan aku buat dia menemani Mbah Izam di makamnya kalau sampai dia selingkuh.

Untuk membuktikan bahwa nyali gadis kayak aku ini cukup tinggi, aku pun kelayapan malam-malam untuk menemui sosok Mbah Izam yang katanya bangkit itu. Ibu dan bapak mencegah mati-matian. Tapi, aku ini anak yang susah dinasehati. Ujungnya, aku pun dibebaskan dan bisa leluasa menyaksikan keadaan desa saat malam. Dan yang utama adalah sosok hantu Mbah Izam. Kini lihatlah, desa ini tak ada apa-apanya, hanya sepi saja. Hawa dingin mulai menusuk. Tapi aku santai saja walau mengenakan kaos oblong.

Tiba di pemakaman umum, telingaku menangkap lengkingan auman hewan malam yang memilukan. Tampak juga bebunyian yang tak bisa kujelaskan dengan kata-kata. Tiba-tiba, aku menemukan sosok yang tengah dihebohkan, yakni pocong Mbah Izam. Dia memang bangkit. Lihatlah, dia sedang duduk di bawah pohon mangga, sama dengan yang dikatakan penduduk desa. Sosok itu diam kaku dalam balutan kain kafan. Bukan itu saja, di dalam makamnya ada cahaya. Dengan semua itu, apanya yang mesti ditakuti?

Aku mendekati lubang makamnya. Ada gundukan tanah di tepian. Di dalamnya ada sesosok manusia yang tak lain adalah tunanganku.

"Udah ketemu belum cincin tunangan kita? Aku kan udah bilangin waktu itu supaya dilepas dulu cincinnya pas mau masukin jenazah ke liang lahat! Jadinya ilang, kan? Pokoknya cincin tunangan itu mesti ketemu! Kalau nggak, maka kamu udah nggak anggap aku ini tunanganmu! Jadi, kamu mesti nemenin mbah-mu di makam selamanya!" ancamku.

-tamat-
Image

Bangkit


"Baca juga cerita lainnya di Daftar Isi."

Bangkit

Sudah lama saya tidak membuat flash fiction. Mumpung di salah satu komunitas kepenulisan Facebook ada semacam tantangan, ya sudah saya coba bikin flash fiction. Dan, inilah hasilnya, belum lama matang, hahaha. Selamat menikmati hidangan ini dan silakan komennya.


==========
Penduduk Desa Mangga tengah dilanda kehebohan. Pasalnya, banyak yang melihat penampakan hantu yang menakutkan. Mbah Izam yang meninggal seminggu lalu itu tiba-tiba bangkit kembali dan menggentayangi penduduk desa. Kata yang melihatnya, sosok yang bentuknya pocong itu hanya duduk di bawah pohon mangga dekat makamnya. Kemudian, ada cahaya yang muncul di dalam makamnya, seolah Mbah Izam sedang menjaga makamnya itu.

Kehebohan ini membuat penduduk desa ketakutan. Pada saat malam datang, semuanya sudah ada di dalam tempat tinggal masing-masing. Tak ada yang mau kelayapan malam-malam, meskipun itu hanya untuk membeli mie. Ah, keadaan ini sangat membuatku bosan. Tak ada lagi tukang bakso yang lewat. Tak ada lagi hansip keliling yang biasa aku ajak main gaple. Meskipun mayat Mbah Izam telah bangkit, aku tidak begitu ketakutan.

Yang aku takuti kini adalah tunanganku yang tak lain adalah keponakan Mbah Izam. Aku takut dia selingkuh dan menikahi wanita lain. Sungguh tak bisa dimaafkan. Akan aku buat dia menemani Mbah Izam di makamnya kalau sampai dia selingkuh.

Untuk membuktikan bahwa nyali gadis kayak aku ini cukup tinggi, aku pun kelayapan malam-malam untuk menemui sosok Mbah Izam yang katanya bangkit itu. Ibu dan bapak mencegah mati-matian. Tapi, aku ini anak yang susah dinasehati. Ujungnya, aku pun dibebaskan dan bisa leluasa menyaksikan keadaan desa saat malam. Dan yang utama adalah sosok hantu Mbah Izam. Kini lihatlah, desa ini tak ada apa-apanya, hanya sepi saja. Hawa dingin mulai menusuk. Tapi aku santai saja walau mengenakan kaos oblong.

Tiba di pemakaman umum, telingaku menangkap lengkingan auman hewan malam yang memilukan. Tampak juga bebunyian yang tak bisa kujelaskan dengan kata-kata. Tiba-tiba, aku menemukan sosok yang tengah dihebohkan, yakni pocong Mbah Izam. Dia memang bangkit. Lihatlah, dia sedang duduk di bawah pohon mangga, sama dengan yang dikatakan penduduk desa. Sosok itu diam kaku dalam balutan kain kafan. Bukan itu saja, di dalam makamnya ada cahaya. Dengan semua itu, apanya yang mesti ditakuti?

Aku mendekati lubang makamnya. Ada gundukan tanah di tepian. Di dalamnya ada sesosok manusia yang tak lain adalah tunanganku.

"Udah ketemu belum cincin tunangan kita? Aku kan udah bilangin waktu itu supaya dilepas dulu cincinnya pas mau masukin jenazah ke liang lahat! Jadinya ilang, kan? Pokoknya cincin tunangan itu mesti ketemu! Kalau nggak, maka kamu udah nggak anggap aku ini tunanganmu! Jadi, kamu mesti nemenin mbah-mu di makam selamanya!" ancamku.

-tamat-
Image

Bagikan

Post a Comment

Berkomentarlah dengan menggunakan bahasa yang baik, sopan, dan relevan dengan isi cerita, juga tidak mengandung unsur SARA, kebohongan, provokasi, link aktif, serta pornografi. Jika ada yang melanggar akan segera dihapus. Terima kasih.