Image

Puisi ini saya buat demi mengikuti salah satu kegiatan di salah satu komunitas Facebook. Kebetulan temanya tentang Sahabat. Untuk itu, saya membuat ini untuk semua kepalsuan di balik nama sahabat. Selamat menikmati.







==========

Kepada sahabat yang senyum di muka
Akankah kita akan selamanya jumpa
Saat uang dan wanita menggoda
Membutakan dunia dengan indahnya

Kepada sahabat yang memaki di punggung
Banyak beban yang mesti kau tanggung
Hingga kau pandai hidup di panggung
Tiada bisa kubedakan dengan agung

Kepada sahabat yang kini menghamba di lutut
Dua muka kau lakukan dengan patut
Aku tiada mampu menuntut
Hingga pelik panjang membuntut

Kepada sahabat yang kini memohon dalam luka
Belatiku mungkin tidak menuju muka
Walau aku tahu kau tak akan suka
Tapi aku sangatlah suka

Kepada sahabat yang di penghujung napas
Semoga kini kau bisa bebas
Walau kepalamu telah lepas
Aku pun bisa lega mengipas-kipas

Kepada sahabat yang kini semayam dalam tanah
Kini aku tiada lagi punya gundah
Melihat makammu yang begitu indah
Sama dengan senyummu yang dulu indah

Sahabat sejati
Hanyalah ilusi

071016

[Puisi] Kepada Sahabat


"Baca juga cerita lainnya di Daftar Isi."



Image

Puisi ini saya buat demi mengikuti salah satu kegiatan di salah satu komunitas Facebook. Kebetulan temanya tentang Sahabat. Untuk itu, saya membuat ini untuk semua kepalsuan di balik nama sahabat. Selamat menikmati.







==========

Kepada sahabat yang senyum di muka
Akankah kita akan selamanya jumpa
Saat uang dan wanita menggoda
Membutakan dunia dengan indahnya

Kepada sahabat yang memaki di punggung
Banyak beban yang mesti kau tanggung
Hingga kau pandai hidup di panggung
Tiada bisa kubedakan dengan agung

Kepada sahabat yang kini menghamba di lutut
Dua muka kau lakukan dengan patut
Aku tiada mampu menuntut
Hingga pelik panjang membuntut

Kepada sahabat yang kini memohon dalam luka
Belatiku mungkin tidak menuju muka
Walau aku tahu kau tak akan suka
Tapi aku sangatlah suka

Kepada sahabat yang di penghujung napas
Semoga kini kau bisa bebas
Walau kepalamu telah lepas
Aku pun bisa lega mengipas-kipas

Kepada sahabat yang kini semayam dalam tanah
Kini aku tiada lagi punya gundah
Melihat makammu yang begitu indah
Sama dengan senyummu yang dulu indah

Sahabat sejati
Hanyalah ilusi

071016
Bagikan

Post a Comment

Berkomentarlah dengan menggunakan bahasa yang baik, sopan, dan relevan dengan isi cerita, juga tidak mengandung unsur SARA, kebohongan, provokasi, link aktif, serta pornografi. Jika ada yang melanggar akan segera dihapus. Terima kasih.