Image


Sebetulnya sudah lama saya ingin menulis ini. Mengapa? Sebab waktu itu emosi saya sedang meledak akibat ditipu. Tapi, akibat lebih banyak malasnya ketimbang emosi, jadi tulisannya mandeg.

Ada penyebabnya mengapa saya menulis ini. Bukan hal lain sebab saya mengalami hal ini. Tepatnya ketika sedang mengalami masa-masa paceklik alias ongkang-ongkang kaki tidak punya penghasilan. Sebetulnya, banyak sekali lowongan penulis lepas atau konten website di dunia maya. Ada yang memang asli dan ada juga yang abal-abal alias palsu. Saya menemukan info di salah satu situs bahwa ada lowongan penulis konten di situ. Langsung saja saya menghubungi kontak yang ditunjukkan di situ.

Pucuk dicinta ulam pun tiba, saya langsung diminta login saja ke website punya lowongan itu dan langsung menulis. Imbalannya pun lumayan, hitungannya tiap kata. Maka, saya pun langsung menulis konten-konten untuk mengisi website itu. Kebetulan temanya cukup sesuai dengan kemampuan.

Tak hanya di situ saja, saya pun mengikuti lomba penulis yang hadiahnya cukup membutakan mata. Dan dengan semangat milenium, saya membuat kontennya kemudian diposting di blog saya. Loh mengapa? Sebab memang begitu ketentuannya.

Selain itu, saya dikasih tahu ada sebuah lowongan konten menulis, namun mesti seleksi dahulu. Langsung saja saya ikutan. Begitu saya mendapat SMS bahwa aplikasi saya disetujui, saya mesti mengikuti pelatihan dahulu. Saya memilih pelatihan selama 2 minggu dan membuat tulisan sebanyak 20. Kebanyakan temanya tentang bisnis.

Bisa saya bayangkan waktu itu, membuat tulisan yang belum sepenuhnya saya kuasai, yakni bisnis. Lalu meminjam laptop demi mengedit tulisannya kemudian submit ke adminnya. Saya sangat lelah waktu itu, di mana tenaga dan otak dipaksa mencapai batas. Untung saja waktu yang saya miliki cukup banyak dalam membuat tulisannya.

Petaka datang. Ketika tulisan yang saya buat di website itu mencapai batas waktu gajian, saya pun menghubungi si pemilik website. Tapi, ada apa selanjutnya? Pesan saya tidak dibalas sama sekali. Bahkan sampai 2 kali saya menghubungi, tapi hasilnya nihil. Bahkan, nama saya sebagai penulis di website itu diubah menjadi admin. Apa maksudnya? Ingin sekali saya mem-banned website itu. Si pemilik sempat membalas bahwa alasannya cukup klasik, sedang maintenance.

Image
SMS PHP

Kemudian, lowongan yang saya ikuti pelatihannya itu menginfokan bahwa saya masih belum bisa gabung di situ. Ada apa ini? Padahal saya sudah susah payah membuat tulisan. Ah, pupus sudah keinginan saya mendapatkan imbalan uangnya demi melunasi cicilan.

Image
SMS sebelum dan sesudah pelatihan

Awalnya saya tidak menduga sama sekali tentang lowongan itu. Tapi kemudian, saya kaget melihat salah satu tulisan saya yang selama mengikuti pelatihan itu dimuat di salah satu website. Apa maksudnya ini? Jadi lowongan itu hanya menginginkan tulisannya saja, dan dengan dalih ditolak tak bisa gabung, maka tulisan saya diakui oleh oknum itu? Jelas ini menjengkelkan.

Tak hanya itu, saya juga kebetulan menemukan salah satu lowongan lenulis di situs yang sama. Tak lama kemudian saya mendapat email. Isinya diminta membuat sebuah tulisan minimal 100 kata. Ya sudah, saya buat saja. Setelah itu, saya kembali dapat email, dan diminta mengikuti langkah-langkah yang dijelaskan sebab tulisan saya bagus. Tapi, saya agak aneh saja sebab di situ mengatasnamakan sebuah website, tapi emailnya tidak sama. Bahkan dia meminta biaya untuk membuat blog yang menghubungkan langsung dengan blog admin. Alalagi di situ ditulis tenggat waktunya hanya sampai malam. Apa maksudnya ini? Untung saja saya tidak melanjutkan.

Image
Email PHP, link yang dicantumkan sudah tak bisa diakses lagi

Dengan keanehan itu, saya pun menanyakan info tentang lowongan itu ke Facebook official website itu. Dan hasilnya, memang website itu sama sekali tidak menggunakan email lain selain email official, dan pastinya kalau memang ada lowongan akan diumumkan di websitenya. Aku hanya ketawa kuda saja.

Image
Info mengejutkan yang saya dapat setelah menanyakan langaung ke Facebook official-nya

Bahkan selain itu, tulisan saya yang diikutkan dalam ajang lomba salah satu website, tak kunjung ada info lagi. Padahal tenggat waktu sudah lewat dan tak ada pengumuman sama sekali hingga satu bulan. Padahal website itu sangat bagus dan sudah punya nama. Jadi, saya membatalkan ikut lomba dan menghapus postingan di blog saya.

Mengapa saya mengalami kejadian itu semua? Di saat muncul di benak saya bahwa saya bisa menghasilkan uang hanya dengan modal paket data dan tulisan saja. Tak usah ke mana-mana. Tak usah dandan yang bagus. Tak usah takut telat. Apalagi saya sudah ada iming-iming bakal membeli laptop. Tapi ah sudahlah, memang saya tak pantas menjadi penulis konten milik website lain, meskipun dengan iming-iming uang yang lumayan. Lebih baik, saya menulis untuk blog saya saja walaupun masih belum bisa menghasilkan uang. Doakan saja semoga blog simpel dan gaje saya ini bisa mendatangkan uang yang lumayan.

Jadi, supaya kejadian yang saya alami ini tidak menimpa lagi sama yang lainnya, saya akan membagikan tips-tips yang mungkin bisa sobat ikuti.

1. Cek siapa yang membuka lowongan, apakah memang asli atau tidak. Kenali oknumnya lebih dekat, temukan di Google. Atau kalau bisa, kepoin saja. 
2. Jangan mudah dibutakan dengan iming-iming uang yang gede. Malahan itu yang aneh. Mengapa? Sebab bisa saja kan oknum-oknum itu ingin menggaet banyak penulis demi mendapatkan tulisannya. Sstelah itu, dengan dalih ditolak, maka tulisannya akan dimanfaatkan. Jadi, balik lagi ke point satu, ketahui oknum itu. 
3. Cek juga apakah ada testimoni mengenai oknum atau website yang membuka lowongan itu. Jika testimoninya bagus, maka ikuti saja. Tapi jika tak ada, lebih baik tidak usah. 
4. Ajak teman senasib supaya mudah komunikasi. Sobat mesti menemukan teman yang memang mengikuti lowongan yang sama. Kan supaya enak nantinya ada apa-apa bisa tanyakan ke dia. 
5. Jangan mau jika dimintai sejumlah uang untuk gabung. Jelas itu modus penipuan. 
6. Yang paling penting adalah banyak doa, semoga apa yang sobat jalani ini ada manfaatnya.


Sekian celotehan saya yang aneh ini. Dan jika sobat mengalami nasib yang sama dengan saya, kita mesti tos!!!

Image

[Celoteh Bang Cadel] Lowongan Penulis Konten Abal-Abal


"Baca juga cerita lainnya di Daftar Isi."

Image


Sebetulnya sudah lama saya ingin menulis ini. Mengapa? Sebab waktu itu emosi saya sedang meledak akibat ditipu. Tapi, akibat lebih banyak malasnya ketimbang emosi, jadi tulisannya mandeg.

Ada penyebabnya mengapa saya menulis ini. Bukan hal lain sebab saya mengalami hal ini. Tepatnya ketika sedang mengalami masa-masa paceklik alias ongkang-ongkang kaki tidak punya penghasilan. Sebetulnya, banyak sekali lowongan penulis lepas atau konten website di dunia maya. Ada yang memang asli dan ada juga yang abal-abal alias palsu. Saya menemukan info di salah satu situs bahwa ada lowongan penulis konten di situ. Langsung saja saya menghubungi kontak yang ditunjukkan di situ.

Pucuk dicinta ulam pun tiba, saya langsung diminta login saja ke website punya lowongan itu dan langsung menulis. Imbalannya pun lumayan, hitungannya tiap kata. Maka, saya pun langsung menulis konten-konten untuk mengisi website itu. Kebetulan temanya cukup sesuai dengan kemampuan.

Tak hanya di situ saja, saya pun mengikuti lomba penulis yang hadiahnya cukup membutakan mata. Dan dengan semangat milenium, saya membuat kontennya kemudian diposting di blog saya. Loh mengapa? Sebab memang begitu ketentuannya.

Selain itu, saya dikasih tahu ada sebuah lowongan konten menulis, namun mesti seleksi dahulu. Langsung saja saya ikutan. Begitu saya mendapat SMS bahwa aplikasi saya disetujui, saya mesti mengikuti pelatihan dahulu. Saya memilih pelatihan selama 2 minggu dan membuat tulisan sebanyak 20. Kebanyakan temanya tentang bisnis.

Bisa saya bayangkan waktu itu, membuat tulisan yang belum sepenuhnya saya kuasai, yakni bisnis. Lalu meminjam laptop demi mengedit tulisannya kemudian submit ke adminnya. Saya sangat lelah waktu itu, di mana tenaga dan otak dipaksa mencapai batas. Untung saja waktu yang saya miliki cukup banyak dalam membuat tulisannya.

Petaka datang. Ketika tulisan yang saya buat di website itu mencapai batas waktu gajian, saya pun menghubungi si pemilik website. Tapi, ada apa selanjutnya? Pesan saya tidak dibalas sama sekali. Bahkan sampai 2 kali saya menghubungi, tapi hasilnya nihil. Bahkan, nama saya sebagai penulis di website itu diubah menjadi admin. Apa maksudnya? Ingin sekali saya mem-banned website itu. Si pemilik sempat membalas bahwa alasannya cukup klasik, sedang maintenance.

Image
SMS PHP

Kemudian, lowongan yang saya ikuti pelatihannya itu menginfokan bahwa saya masih belum bisa gabung di situ. Ada apa ini? Padahal saya sudah susah payah membuat tulisan. Ah, pupus sudah keinginan saya mendapatkan imbalan uangnya demi melunasi cicilan.

Image
SMS sebelum dan sesudah pelatihan

Awalnya saya tidak menduga sama sekali tentang lowongan itu. Tapi kemudian, saya kaget melihat salah satu tulisan saya yang selama mengikuti pelatihan itu dimuat di salah satu website. Apa maksudnya ini? Jadi lowongan itu hanya menginginkan tulisannya saja, dan dengan dalih ditolak tak bisa gabung, maka tulisan saya diakui oleh oknum itu? Jelas ini menjengkelkan.

Tak hanya itu, saya juga kebetulan menemukan salah satu lowongan lenulis di situs yang sama. Tak lama kemudian saya mendapat email. Isinya diminta membuat sebuah tulisan minimal 100 kata. Ya sudah, saya buat saja. Setelah itu, saya kembali dapat email, dan diminta mengikuti langkah-langkah yang dijelaskan sebab tulisan saya bagus. Tapi, saya agak aneh saja sebab di situ mengatasnamakan sebuah website, tapi emailnya tidak sama. Bahkan dia meminta biaya untuk membuat blog yang menghubungkan langsung dengan blog admin. Alalagi di situ ditulis tenggat waktunya hanya sampai malam. Apa maksudnya ini? Untung saja saya tidak melanjutkan.

Image
Email PHP, link yang dicantumkan sudah tak bisa diakses lagi

Dengan keanehan itu, saya pun menanyakan info tentang lowongan itu ke Facebook official website itu. Dan hasilnya, memang website itu sama sekali tidak menggunakan email lain selain email official, dan pastinya kalau memang ada lowongan akan diumumkan di websitenya. Aku hanya ketawa kuda saja.

Image
Info mengejutkan yang saya dapat setelah menanyakan langaung ke Facebook official-nya

Bahkan selain itu, tulisan saya yang diikutkan dalam ajang lomba salah satu website, tak kunjung ada info lagi. Padahal tenggat waktu sudah lewat dan tak ada pengumuman sama sekali hingga satu bulan. Padahal website itu sangat bagus dan sudah punya nama. Jadi, saya membatalkan ikut lomba dan menghapus postingan di blog saya.

Mengapa saya mengalami kejadian itu semua? Di saat muncul di benak saya bahwa saya bisa menghasilkan uang hanya dengan modal paket data dan tulisan saja. Tak usah ke mana-mana. Tak usah dandan yang bagus. Tak usah takut telat. Apalagi saya sudah ada iming-iming bakal membeli laptop. Tapi ah sudahlah, memang saya tak pantas menjadi penulis konten milik website lain, meskipun dengan iming-iming uang yang lumayan. Lebih baik, saya menulis untuk blog saya saja walaupun masih belum bisa menghasilkan uang. Doakan saja semoga blog simpel dan gaje saya ini bisa mendatangkan uang yang lumayan.

Jadi, supaya kejadian yang saya alami ini tidak menimpa lagi sama yang lainnya, saya akan membagikan tips-tips yang mungkin bisa sobat ikuti.

1. Cek siapa yang membuka lowongan, apakah memang asli atau tidak. Kenali oknumnya lebih dekat, temukan di Google. Atau kalau bisa, kepoin saja. 
2. Jangan mudah dibutakan dengan iming-iming uang yang gede. Malahan itu yang aneh. Mengapa? Sebab bisa saja kan oknum-oknum itu ingin menggaet banyak penulis demi mendapatkan tulisannya. Sstelah itu, dengan dalih ditolak, maka tulisannya akan dimanfaatkan. Jadi, balik lagi ke point satu, ketahui oknum itu. 
3. Cek juga apakah ada testimoni mengenai oknum atau website yang membuka lowongan itu. Jika testimoninya bagus, maka ikuti saja. Tapi jika tak ada, lebih baik tidak usah. 
4. Ajak teman senasib supaya mudah komunikasi. Sobat mesti menemukan teman yang memang mengikuti lowongan yang sama. Kan supaya enak nantinya ada apa-apa bisa tanyakan ke dia. 
5. Jangan mau jika dimintai sejumlah uang untuk gabung. Jelas itu modus penipuan. 
6. Yang paling penting adalah banyak doa, semoga apa yang sobat jalani ini ada manfaatnya.


Sekian celotehan saya yang aneh ini. Dan jika sobat mengalami nasib yang sama dengan saya, kita mesti tos!!!

Image

Bagikan
  1. wkkwk, gw udah nyangka juga banyak yang abal-abal tuh lowongan penulis konten, selain di situs yang terkenal semacam jalantikus dan yg lainnya.

    posting aja sih Jup di blog sendiri kalo emang mau nulis, lumayan buat tabungan ntar. walau ya mesti sabar juga.

    gw udah dari bulan kemaren2 dapat adsense buat blogspot, akunnya sih sekarang nganggur karena lagi diupgrade domain ke LTD. main ke blog gw yang www(dot)droids(dot)id

    untuk itu gw pasangin adsense gw di thekamvret(dot)blogspot(dot)com yah buat sekedar aktif doang akunnya. sekaligus gila-gilaan karena sayang juga akun gw nganggur.

    semangat yeh, wkkwkw

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha iya bro, saya gak nyangka aja website besar juga masuk abal-abal. Sekarang semua artikel yang saya buat untuk lowongan-lowongan itu sudah diposting di blog sendiri. Memang sekarang saya sudah malas ikut lowongan menulis konten begitu.

      Itu akun adsensenya kalo nganggur mending buat saya aja. Lumayan, wkwkwk.

      Makasih bro, semangat.

      Delete

Berkomentarlah dengan menggunakan bahasa yang baik, sopan, dan relevan dengan isi cerita, juga tidak mengandung unsur SARA, kebohongan, provokasi, link aktif, serta pornografi. Jika ada yang melanggar akan segera dihapus. Terima kasih.