Images

Sudah lama saya tidak menulis puisi. Puisi kali ini saya buat dadakan, sebab memang idenya yang melintas begitu saja, hahaha. Puisi ini saya tujukan buat kalian yang memang sedang menanti hal yang tak pasti. So, tentukan pilihanmu ya. Oke, selamat menikmati dan tinggalkan komennya kalau sempat.



==========

Laksana malam menantikan pagi mengembun
Bagai elang menantikan mangsa tiada ampun
Laksana hujan menantikan pelangi mengalun
Bagai naungan menantikan angkutan dengan melamun


Laksana kumbang menantikan kuntum

Bagai nafsu menantikan kulum senyum
Laksana manja menantikan cium
Bagai taman ayunan menantikan pendulum


Laksana putih menantikan hitam

Bagai kuning padi menantikan sekam
Laksana benang menantikan sulam
Bagai tubuh menantikan makam


Namun pagi tak juga mengembun

Mangsa pun mendapatkan ampun
Pelangi tak sempat mengalun
Angkutan pun tiada tetap melamun


Setangkai pun tak kunjung kuntum

Senyuman tak mudah mengulum
Tiada didapat pun satu cium
Tiada pula pengganti pendulum


Putih pun tak juga hitam

Padi tak menguning, gagal sekam
Benang tiada kunjung disulam
Hanya tubuh kaku yang menuju makam


Sejak senja melambai jauh

Hingga senja menyapa angkuh
Aku akan tetap menantikanmu


010817

Images

[Puisi] Menantikanmu


"Baca juga cerita lainnya di Daftar Isi."

Images

Sudah lama saya tidak menulis puisi. Puisi kali ini saya buat dadakan, sebab memang idenya yang melintas begitu saja, hahaha. Puisi ini saya tujukan buat kalian yang memang sedang menanti hal yang tak pasti. So, tentukan pilihanmu ya. Oke, selamat menikmati dan tinggalkan komennya kalau sempat.



==========

Laksana malam menantikan pagi mengembun
Bagai elang menantikan mangsa tiada ampun
Laksana hujan menantikan pelangi mengalun
Bagai naungan menantikan angkutan dengan melamun


Laksana kumbang menantikan kuntum

Bagai nafsu menantikan kulum senyum
Laksana manja menantikan cium
Bagai taman ayunan menantikan pendulum


Laksana putih menantikan hitam

Bagai kuning padi menantikan sekam
Laksana benang menantikan sulam
Bagai tubuh menantikan makam


Namun pagi tak juga mengembun

Mangsa pun mendapatkan ampun
Pelangi tak sempat mengalun
Angkutan pun tiada tetap melamun


Setangkai pun tak kunjung kuntum

Senyuman tak mudah mengulum
Tiada didapat pun satu cium
Tiada pula pengganti pendulum


Putih pun tak juga hitam

Padi tak menguning, gagal sekam
Benang tiada kunjung disulam
Hanya tubuh kaku yang menuju makam


Sejak senja melambai jauh

Hingga senja menyapa angkuh
Aku akan tetap menantikanmu


010817

Images

Bagikan

Berkomentarlah dengan menggunakan bahasa yang baik, sopan, dan relevan dengan isi cerita, juga tidak mengandung unsur SARA, kebohongan, provokasi, link aktif, serta pornografi. Jika ada yang melanggar akan segera dihapus. Terima kasih.