-->

Penyebab Kematian


Tulisan kali ini saya buat dengan ide yang datang tiba-tiba dan mendadak. Menulisnya pun cukup singkat, mungkin hanya butuh waktu 15 menit saja, soalnya tulisannya cukup sedikit, singkat, padat, dan jelas.

Oke selamat membaca dan tinggalkan saja komennya.



==========

Dengan wajah sedih, aku mendatangi pemakaman ayahnya temanku. Tampak di kediamannya kini, sudah banyak sanak famili maupun tetangga yang datang untuk melayat. Aku pun ikut mengucapkan duka mendalam ketika melihat temanku yang tengah sedih.

Sempat melintas di benak, apa yang menyebabkan ayah temanku ini meninggal. Sebab, aku hanya tahu info ini melalui pesan WhatsApp saja, tanpa menyebutkan penyebab meninggalnya.

Untuk menanyakan kepada tamu yang lain pun tak enak. Di samping tidak ada yang kenal, alangkah baiknya jika temanku saja yang kasih tahu langsung kepadaku soal penyebab meninggalnya ayahnya.

Aku mengikuti tahapan demi tahapan dalam takziah, menyolatkannya, kemudian memakamkannya di pemakaman umum. Setelah itu, aku pun memutuskan untuk kembali ke kediaman temanku.

Selama itu, aku masih canggung untuk menanyakan temanku tentang penyebab kematian ayahnya. Sejak aku mendatanginya, aku hanya menyapanya saja, mengobati sedihnya, lalu mendoakan jenazah. Aku tak banyak tanya dan omong lagi sejak itu, apalagi menanyakan penyebab meninggalnya.

Aku mulai mau menanyainya, ketika tamu-tamu yang melayat sudah pulang. Hingga kini yang ada di kediaman temanku, hanya sanak familinya saja. Aku dan dia pun memilih duduk di balkon lantai dua tempat tinggalnya.

"Mohon maaf sebelumnya, kalau boleh tahu, apa penyebab ayahmu meninggal? Apakah dia sakit?" tanyaku membuka omongan.

Dengan tenang, temanku dengan santainya menjawab, "Tangannya kegetok palu sewaktu sedang bikin meja kayu."

Aku menyipitkan mata sejenak, "Kegetok palu?" tanyaku memastikan.

"Iya telapak tangannya kegetok palu," jawab temanku lagi.

"Bagaimana bisa tangannya kegetok palu, lalu ayahmu langsung meninggal?" tanyaku lagi yang semakin bingung.

"Dia memekik kesakitan dengan sangat kencang dan gak udah-udah. Dan itu bikin kepalaku pusing saja. Kuping juga ikutan dengung. Jadi aku pukul saja kepalanya pakai palu yang tadi supaya dia diam. Untung saja tetangga lain menganggap kalau ayah meninggal akibat ketiban palu yang jatuh ke kepalanya," jawabnya santai.

Aku dibuat melongo saja.


-tamat-


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

DISCLAIMER